bienvenue sur mon blog..

Di dalam hidup banyak sekali pembelajaran...pembelajaran tentang hidup kita, muali dari diri kita sendiri,cinta,persahabatan dll...banyak perbedaan dan kata" yang membuat motivasi kita, dalam hidup juga banyak cobaan... kata org kalau hidup tanpa tantangan itu kurang mengasyikan, lhaa dari itu kita akan merasakan asam, pahit, manis nya kehidupan yang penuh dengan tantangan saat kita jalani... seperti rasa" permen LOLIPOP... ada yang asam .. ada yang manis... maka itu aku menyebutnya " LOLIPOP kehidupan "... :)

Minggu, 20 Maret 2011

Don't judge a book by it's cover


“Bisa saya melihat bayi saya?” pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya, dan membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ia menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik, memandang ke arah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua daun telinga !

waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. Suatu hari, anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu sembari menangis. Si ibu tahu bahwa hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Sambil terisak-isak, anak lelaki itu sering berkata, “seorang anak laki-laki mengejekku. Katanya aku ini makhluk aneh.”

Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan meskipun cacat. Teman-teman di sekolahnya pun menyukainya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkanm “Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lainnya?” Dalam hati, Si Ibu merasa kasihan dengannya.

Suatu hari, ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. “Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang daun telinga untuknya. Tetapi, harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya”, kata dokter. Kemudian, orang tua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang bersedia mengorbankan telinga dan mendonorkannya. Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya untuk memanggil anak lelakinya.

“Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dioperasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia,” kata sang Ayah.

Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru dilahirkan. Bakat musiknya yg hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian, ia menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia menemui ayahnya, “Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan semuanya ini padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar, tapi aku sama sekali belum membalas kebaikannya”.

Ayahnya menjawab, “Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan daun telinga itu.” Setelah terdiam sesaat, ayahnya melanjutkan, “Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini.”

Tahun berganti tahun. Kedua orang tua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga pada suatu harim tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu, ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah si Ibu yang terbujur kaku, lalu menyibakkannya sehingga tampaklah bahwa sang ibu tidak memiliki daun telinga.

“Ibumu pernah berkata bahwa ia merasa senang sekali karena bisa memanjangkan rambutnya,” bisik sang ayah. “Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya, bukan?”

Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh, tapi di dalam hati. Don’t judge a book by it's cover.
Gbu all...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar